@tuSilajara
All entries with category “Wisata”
click here to see all posts
adsbyGoogle
#repost @ayubtahang [Indah Pesona Hiu Taka Bonerate] Tema : Aktivitas Traveling
Kategori : Team ✨
Kami sangat bersemangat ketika mengetahui bahwa KitKat Breakreasi Design Challenge Volume 2 diselenggarakan oleh @kitkat_id dan @pesona.indonesia tahun ini. Dengan antusiasme yang tinggi, kami berkolaborasi untuk menerjemahkan ide tentang keindahan pesona Hiu di Taka Bonerate yang terletak di ujung semenanjung Pulau Sulawesi 🦈🏝️
Pulau Tinabo di Taka Bonerate, kabupaten Kepulauan Selayar, adalah salah satu gugusan karang terbesar ketiga di dunia dan dilindungi oleh hukum positif pemerintah. Di pulau ini, terdapat Posko Pusat Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Muda Taman Nasional Taka Bonerate dan keunikan dari anak hiu putih dan hitam yang bermain di garis pantai
Kehadiran hiu ini diketahui sejak 2008 dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin melakukan diving, snorkeling, canoying, dan fishing. Di sekitar pulau ini juga terdapat ribuan spesies biota laut dan hewan lainnya yang menambah kekayaan alam di pulau tropis ini
Jangan lewatkan kesempatan untuk mengeksplorasi pulau-pulau eksotis dan menyelam di terumbu karang spektakuler dan buat kenangan tak terlupakan di sini ✨
@kitkat_id
@pesona.indonesia
adsbyGoogle
Pesona Hiu TN Takabonerate di kemasan Kitkat
adsbyGoogle
Tidak bisa dipungkiri kalau akomodasi atau tempat menginap senantiasa satu paket dengan destinasi terutama yang hobinya bepergian berpetualang ke beberapa lokasi wisata atau tempat tugas yang jauh dari kotanya.
Untuk yang kebetulan mempunyai rencana berlayar ke Pulau Selayar berikut ini mungkin bisa menjadi salah satu opsi tempat menginap anda selama berada di Kota Benteng, kabupaten Kepulauan Selayar.
| Penginapan di Kota Benteng | No. | Nama | Alamat | No. Kontak |
|---|---|---|---|---|
| Hotel | ||||
| 1 | Hotel Rayhan Square | jl. Ahmad Yani No. 61 Benteng Selatan | +6281341-817807 | |
| 2 | Hotel Syafira | jl. Jend. Sudirman No. 21 Benteng | +6282248-228989 | |
| 3 | Hotel Selayar Beach | jl. Soekarno-Hatta No. 2 Benteng | (0414) 21295 | |
| Wisma | ||||
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| Resort | ||||
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| Pondok | ||||
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| Rumah Kost | ||||
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
adsbyGoogle
Penginapan di Kecamatan Benteng
Bagi para pecinta wisata, inilah Event yang tidak boleh terlewatkan,,
Kapan dan Dimana ?
Menurut tourismnews.co.id di penghujung bulan Juli akan ada event internasional yang benar-benar worth untuk dihadiri, yaitu acara tahunan pelayaran internasional Sail Komodo. Sail Komodo 2013 akan diselenggarakan pada 27 Juli-9 September 2013.
Bentuk Acaranya Seperti Apa ?
Sebetulnya bagi yang pernah menghadiri acara ini mungkin tidak lagi aneh , namun bagi yang belum tahu acara ini telah 13 kali diadakan dan telah diikuti peserta dari berbagai negara. Mereka siap mengarungi lautan Indonesia! Selain Indonesia, negara lain yang akan terlibat adalah Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, Amerika Serikat dan sebagainya Dari situs resmi pariwisata Indonesia, Kamis (11/7/2013), tahun ini Sail Indonesia digelar mulai hari Sabtu 27 Juli hingga Senin 9 September, 2013. Tahun ini, kegiatan utama membawa yacht dan kapal ke perairan yang indah di sekitar Pulau Komodo. Reli kapal layar akan melibatkan tiga operator yacht yaitu Sail Indonesia, Back to Down Under Rally dan Darwin Ambon Yacht Race. Reli kapal layar mulai dilakukan pada 27 Juli 2013. Peserta Sail Komodo akan bergerak dari Pelabuhan Darwin pada pukul 11.00 waktu setempat, menuju Kupang, NTT. Pelayaran ini akan melalui 2 jalur yaitu Kupang-Belu-Alor-Lembata-Maumere-Labuan Bajo dan jalur Saumlaki-Banda-Wakatobi-Labuan Bajo.
Bukan Cuma Berlayar, Namun Acara Ini Sekaligus Memperkenalkan Budaya Nusantara
Selain berlayar, para peserta Sail Komodo 2013 juga diundang untuk berpartisipasi, dalam serangkaian terkait rangkaian Acara dan Festival Budaya, salah satunya Festival Derawan 2013. Acara-acara budaya ini diselenggarakan di beberapa perhentian yang berbeda di seluruh Indonesia. Peserta akan mengikuti acara kebudayaan yang akan digelar di Pulau Timor, Banda, Buru, Ternate , Morotai, Lembata, Wakatobi, Flores, Sulawesi, Bali, Jawa, Kalimantan, Belitung dan Pulau Bintan.
Siapa Penyelenggaranya dan Dimanakah Informasi Lengkap Bisa Didapatkan ?
Acara ini diselenggarakan oleh Sail Indonesia bekerja sama dengan Kementrian Perikanan dan Kelautan. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran keindahan perairan laut Indonesia sebagai Tujuan Wisata Laut. Acara ini juga didukung oleh pemerintah provinsi / kabupaten di berbagai pelabuhan di Indonesia.
Kapan dan Dimana ?
Menurut tourismnews.co.id di penghujung bulan Juli akan ada event internasional yang benar-benar worth untuk dihadiri, yaitu acara tahunan pelayaran internasional Sail Komodo. Sail Komodo 2013 akan diselenggarakan pada 27 Juli-9 September 2013.
Bentuk Acaranya Seperti Apa ?
Sebetulnya bagi yang pernah menghadiri acara ini mungkin tidak lagi aneh , namun bagi yang belum tahu acara ini telah 13 kali diadakan dan telah diikuti peserta dari berbagai negara. Mereka siap mengarungi lautan Indonesia! Selain Indonesia, negara lain yang akan terlibat adalah Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, Amerika Serikat dan sebagainya Dari situs resmi pariwisata Indonesia, Kamis (11/7/2013), tahun ini Sail Indonesia digelar mulai hari Sabtu 27 Juli hingga Senin 9 September, 2013. Tahun ini, kegiatan utama membawa yacht dan kapal ke perairan yang indah di sekitar Pulau Komodo. Reli kapal layar akan melibatkan tiga operator yacht yaitu Sail Indonesia, Back to Down Under Rally dan Darwin Ambon Yacht Race. Reli kapal layar mulai dilakukan pada 27 Juli 2013. Peserta Sail Komodo akan bergerak dari Pelabuhan Darwin pada pukul 11.00 waktu setempat, menuju Kupang, NTT. Pelayaran ini akan melalui 2 jalur yaitu Kupang-Belu-Alor-Lembata-Maumere-Labuan Bajo dan jalur Saumlaki-Banda-Wakatobi-Labuan Bajo.
Bukan Cuma Berlayar, Namun Acara Ini Sekaligus Memperkenalkan Budaya Nusantara
Selain berlayar, para peserta Sail Komodo 2013 juga diundang untuk berpartisipasi, dalam serangkaian terkait rangkaian Acara dan Festival Budaya, salah satunya Festival Derawan 2013. Acara-acara budaya ini diselenggarakan di beberapa perhentian yang berbeda di seluruh Indonesia. Peserta akan mengikuti acara kebudayaan yang akan digelar di Pulau Timor, Banda, Buru, Ternate , Morotai, Lembata, Wakatobi, Flores, Sulawesi, Bali, Jawa, Kalimantan, Belitung dan Pulau Bintan.
Siapa Penyelenggaranya dan Dimanakah Informasi Lengkap Bisa Didapatkan ?
Acara ini diselenggarakan oleh Sail Indonesia bekerja sama dengan Kementrian Perikanan dan Kelautan. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran keindahan perairan laut Indonesia sebagai Tujuan Wisata Laut. Acara ini juga didukung oleh pemerintah provinsi / kabupaten di berbagai pelabuhan di Indonesia.
Sail Komodo 2013
Perkampungan Tua Bitombang adalah salah satu obyek wisata yang berada di kelurahan Bontobangun, kecamatan Bontoharu, kabupaten Kepulauan Selayar, provinsi Sulawesi Selatan.
Perkampungan ini sangat unik dikarenakan topograpi alam (permukaan tanah yang tidak datar) sehingga tiang rumah menjulang tinggi 13–15 m pada bagian belakang (dapur), sedangkan bagian depan agak rendah 2–3 m.
Perkampungan ini sangat unik dikarenakan topograpi alam (permukaan tanah yang tidak datar) sehingga tiang rumah menjulang tinggi 13–15 m pada bagian belakang (dapur), sedangkan bagian depan agak rendah 2–3 m.
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
Perkampungan Tua Bitombang
Kampung Penyu yang dimaksud disini adalah tempat penangkaran telur penyu yang terletak di dusun Tulang, desa Barugaiya, kecamatan Bontomanai, kabupaten Kepulauan Selayar.
Menurut informasi dari mas @d3nun salah seorang pemerhati penyu Kepulauan Selayar, jenis penyu yang sering datang bertelur di kampung penyu ini yakni jenis Penyu Belimbing (Leatherback Turtle) yang sudah tergolong cukup langka di dunia. Di kawasan Pasifik seperti di Indonesia saja, populasinya hanya tersisa sedikit saja dari sebelumnya (hanya 2.983 sarang pada tahun 1999 dari 13.000 sarang pada tahun 1984).
Penyu belimbing betina dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur. Anehnya, sekitar setengah dari telur di setiap sarang sangat kecil untuk dapat berkembang dengan baik atau tidak memiliki kuning telur. Penyu belimbing bertelur setiap dua atau tiga tahun dengan masa inkubasi sekitar 60 hari. Penyu belimbing atau dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan sebutan Dermochelys Coriacea jika bisa bertahan hidup sampai di usia dewasa akan menjadi penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya.
Menurut informasi dari mas @d3nun salah seorang pemerhati penyu Kepulauan Selayar, jenis penyu yang sering datang bertelur di kampung penyu ini yakni jenis Penyu Belimbing (Leatherback Turtle) yang sudah tergolong cukup langka di dunia. Di kawasan Pasifik seperti di Indonesia saja, populasinya hanya tersisa sedikit saja dari sebelumnya (hanya 2.983 sarang pada tahun 1999 dari 13.000 sarang pada tahun 1984).
Penyu belimbing betina dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur. Anehnya, sekitar setengah dari telur di setiap sarang sangat kecil untuk dapat berkembang dengan baik atau tidak memiliki kuning telur. Penyu belimbing bertelur setiap dua atau tiga tahun dengan masa inkubasi sekitar 60 hari. Penyu belimbing atau dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan sebutan Dermochelys Coriacea jika bisa bertahan hidup sampai di usia dewasa akan menjadi penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya.
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
Kampung Penyu
Jalur Darat
Jika mempunyai rencana menempuh jalur darat dengan bus ataupun angkutan umum yang lain menuju Kepulauan Selayar maka sebaiknya pengunjung merapat ke Terminal Malengkeri Makassar. Terminal ini dikhususkan bagi para penumpang dengan tujuan semua kabupaten yang berada di bagian selatan Kota Makassar seperti kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan kabupaten Kepulauan Selayar.
Khusus untuk bus tujuan Kepulauan Selayar biasanya bertolak dari terminal Malengkeri Makassar sekitar pukul 09.00 WITA. Harga tiket untuk bus dengan fasilitas full AC + Cinema/music non stop sepanjang perjalanan dibanderol 100 ribu/orang (mei-2013) sedangkan yang non AC cuma 80 ribu/orang sudah termasuk didalamnya tiket feri + air mineral 1 botol :D
Tumpangan alternatif selain bus yakni Panther atau Kijang (nama merek mobil lokal yang dijadikan angkutan umum). Mungkin karena laju kendaraan ini lebih cepat bila dibandingkan dengan bus maka kadang ada sebagian penumpang yang memfavoritkannya. Jika bus penumpang biasanya memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan maka Panther atau Kijang paling telat sekitar 3 jam sudah sampai di Pelabuhan Penyeberangan Bira. Adapun harga tiket Panther atau Kijang berkisar antara 80 - 100 ribu/orang.
kendaraan pribadi
Sama halnya dengan Panther atau Kijang, kendaraan pribadi pun sebaiknya star dari Kota Makassar paling lambat sekitar pukul 12.00 WITA karena feri kedua biasanya bertolak dari Pelabuhan Penyeberangan Bira sekitar pukul 15.00 WITA. Kalau tidak terlalu terburu-buru lebih bagus lagi berangkat subuh sehingga bisa naik feri pertama yang bertolak sekitar pukul 12.00 WITA. Tiket mobil pribadi jenis sedan untuk naik ke feri biasanya sekitar 300 ribuan.
untuk info lebih lanjut dapat menghubungi CALL CENTER ASDP lintas bira - pamatata : 0413 2589680 atau 081-343-471-461 atau 081-355-335-919 atau 082-190-889-714
...previous Jalur Udara
angkutan umum
Khusus untuk bus tujuan Kepulauan Selayar biasanya bertolak dari terminal Malengkeri Makassar sekitar pukul 09.00 WITA. Harga tiket untuk bus dengan fasilitas full AC + Cinema/music non stop sepanjang perjalanan dibanderol 100 ribu/orang (mei-2013) sedangkan yang non AC cuma 80 ribu/orang sudah termasuk didalamnya tiket feri + air mineral 1 botol :D
Tumpangan alternatif selain bus yakni Panther atau Kijang (nama merek mobil lokal yang dijadikan angkutan umum). Mungkin karena laju kendaraan ini lebih cepat bila dibandingkan dengan bus maka kadang ada sebagian penumpang yang memfavoritkannya. Jika bus penumpang biasanya memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan maka Panther atau Kijang paling telat sekitar 3 jam sudah sampai di Pelabuhan Penyeberangan Bira. Adapun harga tiket Panther atau Kijang berkisar antara 80 - 100 ribu/orang.
kendaraan pribadi
Sama halnya dengan Panther atau Kijang, kendaraan pribadi pun sebaiknya star dari Kota Makassar paling lambat sekitar pukul 12.00 WITA karena feri kedua biasanya bertolak dari Pelabuhan Penyeberangan Bira sekitar pukul 15.00 WITA. Kalau tidak terlalu terburu-buru lebih bagus lagi berangkat subuh sehingga bisa naik feri pertama yang bertolak sekitar pukul 12.00 WITA. Tiket mobil pribadi jenis sedan untuk naik ke feri biasanya sekitar 300 ribuan.
untuk info lebih lanjut dapat menghubungi CALL CENTER ASDP lintas bira - pamatata : 0413 2589680 atau 081-343-471-461 atau 081-355-335-919 atau 082-190-889-714
...previous Jalur Udara
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
adsbyGoogle
make a trip to Selayar island
Pulau Selayar adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Selayar posisinya berada tepat di ujung selatan provinsi Sulawesi Selatan. Saat sekarang (mei-2013) Pulau Selayar bisa dikunjungi melalui 2 jalur utama yakni jalur udara dan jalur darat.
Jalur-jalur ini tentunya menyesuaikan dengan keperluan masing-masing pengunjung yang ingin ke bumi tanadoang (istilah lain dari Pulau Selayar). Bagi yang hanya punya sedikit waktu tentu lebih memilih jalur udara (pesawat) walaupun ongkosnya sedikit lebih mahal apabila dibandingkan dengan jalur darat.
Sementara jalur darat sendiri disamping ongkosnya lebih murah, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan menarik sepanjang perjalanan sebelum tiba di Dermaga Lappe'e ataupun Pelabuhan Penyeberangan Bira sebagai tempat persinggahan terakhir sebelum nyebrang dengan kapal cepat (fiber) ataupun kapal feri ke Pulau Selayar Kepulauan Selayar.
Jalur Udara (pesawat)
Apabila pengunjung sudah berada di kota Makassar (ibukota provinsi Sulawesi Selatan) maka untuk menggunakan jalur udara dengan tujuan Bandar Udara H. Aroeppala, Kepulauan Selayar tentu saja terlebih dahulu merapat ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Saat ini sudah ada 2 maskapai penerbangan yang menempuh rute penerbangan Makassar - Kepulauan Selayar yaitu Aviastar dan Merpati Nusantara Airlines.
Pesawat Aviastar menempuh rute penerbangan Makassar - Kepulauan Selayar hanya 1 kali dalam seminggu yakni setiap hari sabtu saja. Waktu keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 07.00 WITA. Tiket pesawatnya sekitar 200 ribuan/orang bisa dibeli langsung di bandara ataupun dipesan sebelumnya via telefon. Perlu dicatat bahwa kapasitas penumpang pesawat Aviastar cuma 18 orang jadi sebaiknya sudah ada kepastian tiket sebelum jadwal keberangkatan.
Untuk pesawat Merpati mungkin tidak perlu terlalu terburu-buru memesan tiket karena kursi penumpangnya cukup banyak yakni 54 seat dan jadwal penerbangannya dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin ke Bandar Udara H. Aroeppala juga 2 kali dalam seminggu yakni hari senin dan dari rabu. Tiket pesawat Merpati dijual dengan harga mulai Rp 450.000 hingga Rp 632.000/orang.
Jalur-jalur ini tentunya menyesuaikan dengan keperluan masing-masing pengunjung yang ingin ke bumi tanadoang (istilah lain dari Pulau Selayar). Bagi yang hanya punya sedikit waktu tentu lebih memilih jalur udara (pesawat) walaupun ongkosnya sedikit lebih mahal apabila dibandingkan dengan jalur darat.
Sementara jalur darat sendiri disamping ongkosnya lebih murah, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan menarik sepanjang perjalanan sebelum tiba di Dermaga Lappe'e ataupun Pelabuhan Penyeberangan Bira sebagai tempat persinggahan terakhir sebelum nyebrang dengan kapal cepat (fiber) ataupun kapal feri ke Pulau Selayar Kepulauan Selayar.
Jalur Udara (pesawat)
Apabila pengunjung sudah berada di kota Makassar (ibukota provinsi Sulawesi Selatan) maka untuk menggunakan jalur udara dengan tujuan Bandar Udara H. Aroeppala, Kepulauan Selayar tentu saja terlebih dahulu merapat ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Saat ini sudah ada 2 maskapai penerbangan yang menempuh rute penerbangan Makassar - Kepulauan Selayar yaitu Aviastar dan Merpati Nusantara Airlines.
Pesawat Aviastar menempuh rute penerbangan Makassar - Kepulauan Selayar hanya 1 kali dalam seminggu yakni setiap hari sabtu saja. Waktu keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 07.00 WITA. Tiket pesawatnya sekitar 200 ribuan/orang bisa dibeli langsung di bandara ataupun dipesan sebelumnya via telefon. Perlu dicatat bahwa kapasitas penumpang pesawat Aviastar cuma 18 orang jadi sebaiknya sudah ada kepastian tiket sebelum jadwal keberangkatan.
Untuk pesawat Merpati mungkin tidak perlu terlalu terburu-buru memesan tiket karena kursi penumpangnya cukup banyak yakni 54 seat dan jadwal penerbangannya dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin ke Bandar Udara H. Aroeppala juga 2 kali dalam seminggu yakni hari senin dan dari rabu. Tiket pesawat Merpati dijual dengan harga mulai Rp 450.000 hingga Rp 632.000/orang.
next Jalur Darat...
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
adsbyGoogle
make a trip to Selayar island,,
| Nama Tempat Wisata | : Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Selayar |
| Kategori Wisata | : Wisata Sejarah |
| Lokasi Tempat Wisata | : Kelurahan Benteng, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar |
| Penginapan Terdekat | : Hotel Berlian, Hotel Selayar Beach, Wisma Tanadoang, Motel Al Umaraini, |
| Hotel Mustika, Hotel Shafira, Pondok Bonerate, |
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
Rumah Jabatan Bupati Selayar
Pantai Liang Kareta adalah salah satu obyek wisata pantai yang terdapat di Desa Bontoborusu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Lokasinya berjarak sekitar setengah sampai 1 jam perjalanan laut dari Kota Benteng, ibu kota kabupaten Kepulauan Selayar.
Bagi yang punya kendaraan bisa juga menuju Desa Bontosunggu terlebih dahulu yang jaraknya hanya sekitar 5 km dari kota Benteng lalu kemudian menggunakan perahu reguler sehingga perjalanan lautnya paling cuma ditempuh sekitar 15 menit ke lokasi ini,,
Bagi yang punya kendaraan bisa juga menuju Desa Bontosunggu terlebih dahulu yang jaraknya hanya sekitar 5 km dari kota Benteng lalu kemudian menggunakan perahu reguler sehingga perjalanan lautnya paling cuma ditempuh sekitar 15 menit ke lokasi ini,,
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
Pantai Liang Kareta
Pantai Baloiya adalah salah satu obyek wisata pantai yang terletak di Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, kabupaten Kepulauan Selayar, provinsi Sulawesi Selatan.
Pantai Baloiya terkenal dengan pasir putihnya, posisinya yang terlindung oleh pulau karang yang kecil sehingga aman dari ombak dan kedalamannya yang tidak terlalu sampai dengan radius 100m. Pada kawasan Pantai Baloiya terdapat resort dengan view yang tidak kalah eksotis sehingga cocok untuk berbulan madu disini :D
Pantai Baloiya terkenal dengan pasir putihnya, posisinya yang terlindung oleh pulau karang yang kecil sehingga aman dari ombak dan kedalamannya yang tidak terlalu sampai dengan radius 100m. Pada kawasan Pantai Baloiya terdapat resort dengan view yang tidak kalah eksotis sehingga cocok untuk berbulan madu disini :D
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
Pantai Baloiya
Taman Nasional Takabonerate masuk dalam wilayah kecamatan Takabonerate, kabupaten Kepulauan Selayar tepatnya pada koordinat 6°74′ Lintang Utara & 121°11′ Bujur Timur. Pada zaman kerajaan Bone, kawasan ini dinamakan Bone Riattang artinya kerajaan Bone di sebelah selatan atau gundukan pasir di selatan. Pada zaman kerajaan Gowa disebut Bone Irate artinya kerajaan Gowa di sebelah selatan ataupun gundukan pasir di selatan. Tapi ada pula yang mengartikan Taka Bonerate sebagai hamparan karang di atas pasir (Molengraff 1929) dalam "Sebaran dan Perkembangan Terumbu Karang di Indonesia Timur" menyebut Taka Bonerate sebagai Atol Harimau atau Tiger Islands.
Nama-nama pulau di Taka Bonerate sudah tiga kali mengalami perubahan yaitu nama yang diberikan oleh Molengraff pada tahun 1929, nama dalam peta Dishidros, dan nama yang berlaku sekarang di masyarakat lokal. Nama Kepulauan Macan diberi berbagai interpretasi makna yang berlainan. Interpretasi yang dinilai logis menghubungkan nama tersebut dengan bentuk kawasan beserta letak taka di dalamnya yang menyerupai gigi macan yang tajam dan cukup rapat. Menyiratkan sebuah peringatan bagi manusia yaitu bagi siapapun yang ingin masuk ke kawasan harus mengenal dahulu kepulauan tersebut. Bila tidak, maka orang tersebut akan sulit keluar karena diandaikan sudah berada di dalam mulut macan. Penamaan pulau-pulau, taka-taka, clan gusung yang membentuk Kepulauan Macan sekarang disebut Kawasan Taka Bonerate, bukan sekedar nama melainkan mengandung makna berkaitan dengan sumber daya yang dikandungnya dan peristiwa-peristiwa sejarah, sosial ekonomi serta politik masyarakat masa lalu.
Taman Nasional Taka Bonerate memiliki beberapa pulau yang telah berubah menjadi tempat tinggal/permukiman. Hal ini disebabkan karena kawasan ini dan wilayah disekitarnya kaya akan sumber daya alam laut yang dapat memenuhi kebutuhan hidup para nelayan. Penduduk yang menetap di kawasan ini telah mencapai 5.101 jiwa yang tersebar di beberapa pulau antara lain Pulau Rajuni 1.272 jiwa, Pulau Tarupa 1.204 jiwa, Pulau Latondu 512 jiwa, Pulau Jinato 651 jiwa dan Pulau Pasi Tallu 1.462 jiwa. Selain obyek wisata bahari, kawasan ini juga mempunyai beberapa tempat bersejarah seperti Taka Mariam dimana terdapat meriam kuno milik tentara Belanda dan Taka Gantarang yang menyimpan meriam kembar milik pedagang-pedagang Cina masa lampau.
Nama-nama pulau di Taka Bonerate sudah tiga kali mengalami perubahan yaitu nama yang diberikan oleh Molengraff pada tahun 1929, nama dalam peta Dishidros, dan nama yang berlaku sekarang di masyarakat lokal. Nama Kepulauan Macan diberi berbagai interpretasi makna yang berlainan. Interpretasi yang dinilai logis menghubungkan nama tersebut dengan bentuk kawasan beserta letak taka di dalamnya yang menyerupai gigi macan yang tajam dan cukup rapat. Menyiratkan sebuah peringatan bagi manusia yaitu bagi siapapun yang ingin masuk ke kawasan harus mengenal dahulu kepulauan tersebut. Bila tidak, maka orang tersebut akan sulit keluar karena diandaikan sudah berada di dalam mulut macan. Penamaan pulau-pulau, taka-taka, clan gusung yang membentuk Kepulauan Macan sekarang disebut Kawasan Taka Bonerate, bukan sekedar nama melainkan mengandung makna berkaitan dengan sumber daya yang dikandungnya dan peristiwa-peristiwa sejarah, sosial ekonomi serta politik masyarakat masa lalu.
Taman Nasional Taka Bonerate memiliki beberapa pulau yang telah berubah menjadi tempat tinggal/permukiman. Hal ini disebabkan karena kawasan ini dan wilayah disekitarnya kaya akan sumber daya alam laut yang dapat memenuhi kebutuhan hidup para nelayan. Penduduk yang menetap di kawasan ini telah mencapai 5.101 jiwa yang tersebar di beberapa pulau antara lain Pulau Rajuni 1.272 jiwa, Pulau Tarupa 1.204 jiwa, Pulau Latondu 512 jiwa, Pulau Jinato 651 jiwa dan Pulau Pasi Tallu 1.462 jiwa. Selain obyek wisata bahari, kawasan ini juga mempunyai beberapa tempat bersejarah seperti Taka Mariam dimana terdapat meriam kuno milik tentara Belanda dan Taka Gantarang yang menyimpan meriam kembar milik pedagang-pedagang Cina masa lampau.
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
Taman Nasional Takabonerate
Gong nekara adalah gong perunggu buatan kebudayaan Dong Son, yang terdapat di delta Sungai Merah Vietnam Utara. Gong ini diproduksi pada sekitar 600 tahun sebelum masehi atau sebelumnya sampai dengan abad ketiga Masehi.
Dengan menggunakan metode pengecoran logam yang telah hilang (lost wax method), gong ini oleh para peneliti sejarah dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari budaya pengerjaan logam. Gong Nekara ini mempunyai 3 fungsi pada masanya, yakni fungsi Keagamaan, Sosial-Budaya, dan Politik. Fungsi keagamaan yaitu sebagai alat komunikasi, upacara, dan simbol. Sementara fungsi sosial budaya yaitu sebagai simbol status sosial, perangkat upacara dan karya seni yang mempunyai daya magis religius. Sedangkan fungsi politik yaitu sebagai tanda bahaya atau isyarat perang.
Gong Nekara mempunyai luas lingkaran sebesar 396 cm persegi, luas lingkaran pinggang 340 cm persegi, dan tinggi 95 cm persegi. Keunikan yang dimiliki gong yang dikenal sakral itu adalah adanya gambar bermotif flora dan fauna terdiri dari gajah 16 ekor, burung 54 ekor, pohon sirih 11 buah dan ikan 18 ekor. Sementara dipermukaan gong bagian atas terdapat 4 ekor arca berbentuk kodok dengan panjang 20 cm dan di samping terdapat 4 daun telinga yang berfungsi sebagian pegangan. Pada bidang pukul terdapat hiasan geometris, demikian pula pada bagian tengah gong terdapat garis pola bintang berbentuk 16. Nekara secara vertikal terdiri atas susunan kaki berbentuk bundar seperti silinder, badan dan bahu berbentuk cembung.
Tertua di Dunia
Gong Nekara terbesar di Asia Tenggara dan bahkan tertua di dunia adalah gong nekara yang ada di Pulau Selayar. Menurut informasi dari tetua adat dan beberapa warga kelurahan Bontobangun, kecamatan Bontoharu (tempat ditemukannya gong nekara), gong tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk dari Kampung Rea-Rea yang bernama Sabuna pada tahun 1686. Pada saat itu Sabuna sedang mengerjakan sawah Raja Putabangun di Papaniohea, tiba-tiba cangkul Sabuna membentur benda keras yang ternyata adalah hiasan katak yang merupakan bagian dari gong nekara. Sejak berakhirnya Dinasti Putabangun, pada tahun 1760 gong nekara tersebut dipindahkan ke Bontobangun dan menjadi kalompoang/arajang (benda keramat) Kerajaan Bontobangun.
Legenda mengenai keberadaan Gong Nekara di Pulau Selayar berasal dari 2 (dua) sumber. Sumber yang pertama yaitu cerita mitos Sawerigading yang berkembang pada periode Galigo, suatu periode kekuasaan manusia dewa yang mengatur tata tertib dunia dengan pola kepemimpinan religius kharismatis. Sawerigading ditempatkan sebagai tokoh utama dalam perwujudan tata tertib dan penataan pertama masyarakat Bugis - Makassar di Sulawesi Selatan. Periode Galigo diperkirakan berlangsung sekitar abad ke-7 sampai abad ke-10 tetapi Christian Pelras menempatkannya pada sekitar abad ke-12.
Sumber yang kedua adalah naskah hukum pelayaran dan perdagangan Ammana Gappa (abad 17) dimana Pulau Selayar disebut sebagai salah satu daerah tujuan niaga. Letaknya sangat strategis bagi pelayaran yang menuju ketimur maupun ke barat. Dengan demikian Pulau Selayar menjadi bandar transit bagi lalu lintas pelayaran kala itu. Di dalam naskah itu juga disebutkan tentang daftar sewa bagi orang yang berlayar dari Makassar ke Aceh, Kedah, Kamboja sewanya 7 rial dari tiap seratus (orang) dan apabila naik dari tempat tersebut menuju Selayar, Malaka, Johor, sewanya 6 rial dari tiap seratus (orang).
Dari sumber tersebut memberikan keterangan tentang peranan Pulau Selayar dengan daerah-daerah di Nusantara dan Asia Tenggara. Hal ini memperkuat dugaan bahwa gong nekara mungkin didatangkan dari daratan Asia Tenggara pada waktu pengaruh kebudayaan Cina berkembang di kawasan itu. Menurut cerita yang terkait dengan gong nekara di Pulau Selayar, dikatakan bahwa ketika Sawerigading bersama isterinya (We Cuddai) dan ketiga putranya (La Galigo, Tenri Dio, dan Tenri Balobo) kembali dari Cina, dalam perjalanannya menuju ke Luwuk mereka singgah di Pulau Selayar dan langsung menuju ke suatu tempat yang disebut Putabangun dengan membawa sebuah nekara perunggu yang besar. Di tempat itu mereka dianggap sebagai Tumanurung. Pada saat itulah Tenri Dio dianggap menjadi raja pertama di Putabangun dan menempatkan gong nekara itu sebagai kalompoang di Kerajaan Putabangun.
Dari cerita itu dapat disimpulkan bahwa Gong Nekara dibawa dari Cina oleh Sawerigading. Yang dimaksud dengan Cina disini, mungkin adalah Indo China. Selain itu, masyarakat juga menganggap bahwa hanya ada dua gong nekara di dunia, yaitu sebuah di Pulau Selayar dan sebuah lagi berada di Cina. Gong nekara yang ada di Pulau Selayar dianggap sebagai suami dan yang ada di Cina dianggap sebagai isteri. Hal ini mengingatkan kita pada nekara yang dipuja berpasangan di daerah Birma yang dipersonifikasikan sebagai pasangan suami isteri. Nekara yang di atasnya terdapat hiasan katak berukuran lebih tinggi melambangkan pria, sedangkan yang tidak memakai hiasan katak dan berukuran lebih kecil dan rendah melambangkan wanita. Dengan demikian nampak adanya persamaan nilai simbolis dari negara penganut kebudayaan perunggu khususnya gong nekara di Indonesia dan Asia Tenggara.
Dengan menggunakan metode pengecoran logam yang telah hilang (lost wax method), gong ini oleh para peneliti sejarah dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari budaya pengerjaan logam. Gong Nekara ini mempunyai 3 fungsi pada masanya, yakni fungsi Keagamaan, Sosial-Budaya, dan Politik. Fungsi keagamaan yaitu sebagai alat komunikasi, upacara, dan simbol. Sementara fungsi sosial budaya yaitu sebagai simbol status sosial, perangkat upacara dan karya seni yang mempunyai daya magis religius. Sedangkan fungsi politik yaitu sebagai tanda bahaya atau isyarat perang.
Gong Nekara mempunyai luas lingkaran sebesar 396 cm persegi, luas lingkaran pinggang 340 cm persegi, dan tinggi 95 cm persegi. Keunikan yang dimiliki gong yang dikenal sakral itu adalah adanya gambar bermotif flora dan fauna terdiri dari gajah 16 ekor, burung 54 ekor, pohon sirih 11 buah dan ikan 18 ekor. Sementara dipermukaan gong bagian atas terdapat 4 ekor arca berbentuk kodok dengan panjang 20 cm dan di samping terdapat 4 daun telinga yang berfungsi sebagian pegangan. Pada bidang pukul terdapat hiasan geometris, demikian pula pada bagian tengah gong terdapat garis pola bintang berbentuk 16. Nekara secara vertikal terdiri atas susunan kaki berbentuk bundar seperti silinder, badan dan bahu berbentuk cembung.
Tertua di Dunia
Gong Nekara terbesar di Asia Tenggara dan bahkan tertua di dunia adalah gong nekara yang ada di Pulau Selayar. Menurut informasi dari tetua adat dan beberapa warga kelurahan Bontobangun, kecamatan Bontoharu (tempat ditemukannya gong nekara), gong tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk dari Kampung Rea-Rea yang bernama Sabuna pada tahun 1686. Pada saat itu Sabuna sedang mengerjakan sawah Raja Putabangun di Papaniohea, tiba-tiba cangkul Sabuna membentur benda keras yang ternyata adalah hiasan katak yang merupakan bagian dari gong nekara. Sejak berakhirnya Dinasti Putabangun, pada tahun 1760 gong nekara tersebut dipindahkan ke Bontobangun dan menjadi kalompoang/arajang (benda keramat) Kerajaan Bontobangun.
Legenda mengenai keberadaan Gong Nekara di Pulau Selayar berasal dari 2 (dua) sumber. Sumber yang pertama yaitu cerita mitos Sawerigading yang berkembang pada periode Galigo, suatu periode kekuasaan manusia dewa yang mengatur tata tertib dunia dengan pola kepemimpinan religius kharismatis. Sawerigading ditempatkan sebagai tokoh utama dalam perwujudan tata tertib dan penataan pertama masyarakat Bugis - Makassar di Sulawesi Selatan. Periode Galigo diperkirakan berlangsung sekitar abad ke-7 sampai abad ke-10 tetapi Christian Pelras menempatkannya pada sekitar abad ke-12.
Sumber yang kedua adalah naskah hukum pelayaran dan perdagangan Ammana Gappa (abad 17) dimana Pulau Selayar disebut sebagai salah satu daerah tujuan niaga. Letaknya sangat strategis bagi pelayaran yang menuju ketimur maupun ke barat. Dengan demikian Pulau Selayar menjadi bandar transit bagi lalu lintas pelayaran kala itu. Di dalam naskah itu juga disebutkan tentang daftar sewa bagi orang yang berlayar dari Makassar ke Aceh, Kedah, Kamboja sewanya 7 rial dari tiap seratus (orang) dan apabila naik dari tempat tersebut menuju Selayar, Malaka, Johor, sewanya 6 rial dari tiap seratus (orang).
Dari sumber tersebut memberikan keterangan tentang peranan Pulau Selayar dengan daerah-daerah di Nusantara dan Asia Tenggara. Hal ini memperkuat dugaan bahwa gong nekara mungkin didatangkan dari daratan Asia Tenggara pada waktu pengaruh kebudayaan Cina berkembang di kawasan itu. Menurut cerita yang terkait dengan gong nekara di Pulau Selayar, dikatakan bahwa ketika Sawerigading bersama isterinya (We Cuddai) dan ketiga putranya (La Galigo, Tenri Dio, dan Tenri Balobo) kembali dari Cina, dalam perjalanannya menuju ke Luwuk mereka singgah di Pulau Selayar dan langsung menuju ke suatu tempat yang disebut Putabangun dengan membawa sebuah nekara perunggu yang besar. Di tempat itu mereka dianggap sebagai Tumanurung. Pada saat itulah Tenri Dio dianggap menjadi raja pertama di Putabangun dan menempatkan gong nekara itu sebagai kalompoang di Kerajaan Putabangun.
Dari cerita itu dapat disimpulkan bahwa Gong Nekara dibawa dari Cina oleh Sawerigading. Yang dimaksud dengan Cina disini, mungkin adalah Indo China. Selain itu, masyarakat juga menganggap bahwa hanya ada dua gong nekara di dunia, yaitu sebuah di Pulau Selayar dan sebuah lagi berada di Cina. Gong nekara yang ada di Pulau Selayar dianggap sebagai suami dan yang ada di Cina dianggap sebagai isteri. Hal ini mengingatkan kita pada nekara yang dipuja berpasangan di daerah Birma yang dipersonifikasikan sebagai pasangan suami isteri. Nekara yang di atasnya terdapat hiasan katak berukuran lebih tinggi melambangkan pria, sedangkan yang tidak memakai hiasan katak dan berukuran lebih kecil dan rendah melambangkan wanita. Dengan demikian nampak adanya persamaan nilai simbolis dari negara penganut kebudayaan perunggu khususnya gong nekara di Indonesia dan Asia Tenggara.
kalau ada kesempatan artikel ini akan dilengkapi lagi selengkap-lengkapnya..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran atau masukan untuk artikel ini..
kalau ada waktu artikel ini akan dilengkapi lagi..
silahkan ketik dikolom komentar jika ada saran..
suatu saat nanti artikel ini masih akan dilengkapi..
kalau ada saran silahkan ketik dikolom komentar..
| Googel Maps |
|---|
|
|
adsbyGoogle